Suatu hari ada seorang laki-laki yang sedang sibuk menyiapkan ilmu untuk menghadapi UTS
yang akan diadakan di kampusnya. Laki-laki ini terdiri dari enam oang, mereka
menjuluki dirinya “seniority” entah dari mana asal mula kata “seniority” ini. Mereka
terdiri dari Tanto, Galih, Muklis, Hadi, Indra, dan Ganang, tentunya mereka
dari berbagai daerah yang berbeda.
Singkat cerita Tanto diSMS
sama Ganang yang sudah ada di kostan Galih, Galih bersama Indra sudah menanti kehadiran Tanto. Sesampainya Tanto
di kostan, Galih, Ganang dan Indra pun sangat senang, karena mungkin kalau
tidak ada Tanto tidak seru. Tidak lama kemudian Muklis pun menyusul ke kostan Galih.
Semua sudah berkumpul, walaupun ada satu yang tidak ikut gabung mereka, yaitu Hadi. Tapi itu semua tidak mematahkan semangat
Tanto, Galih, Ganang dan Indra untuk belajar bersama.
UTS pertama kebetulan
pelajaran Akuntansi, tau sendirikan akuntansi kaya gimana? Apa lagi ini soalnya
pakai bahasa inggris, makin keblinger aja dehtuh. Tapi mau tidak mau mereka
harus belajar Akuntansi.
Mualailah mereka
membuka buku Akuntansi.
Ganang “aduh bro, baru buka bukunya aja gue
udah mumet, bahasanye mantep bener ini, gue kagak ada yang ngerti sama sekali”
sambil menghela napas.
Tanto juga mulai bosan
karena dia juga tidak mengerti.
Tanto “gimana kalau
kita main Uno aja? Siapa tau dapet pencerahan. Hehe”
Ganang “wah ide bagus
tuh To. Ah tapi yang bener aje lu To, besok UTS gimana nih?” wajah cemas.
Indra “yah Ganang, kita
main sebentar aja deh abis itu baru kita belajar. Serius deh serius” bujuk
Indra kepada Ganang.
Galih “gue juga takut
nih, kan kita dari awal niatnya belajar buat UTS bukan malah main-main kaya
gini”
Indra “ yee lu samanya
kaya Ganang nih Lih. Ga asik aahh....kan tadi gue bilangnya kita main sebentar
aja, biar seger”
Galih dan Ganang saling
lirik “yaudah deh, tapi cuma sebentaran yee”
Tanto “ siap bro! Yaudeh..gue
ambil Unonya dulu di kostan gue. Eh tapi hujan nih? Gimana dong?”
Muklis “lu kan cowo To,
masa iya takut sama hujan? Hujan kan
air, kalau hujan batu gue juga baru takut. Hahaha” ledek Muklis
Kemudian Tanto pulang
ke kostannya untuk ambil Uno.
Setibanya di kostan
Galih, teman-temannya sudah bersiap-siap untuk main. Tapi ternyata Galih sama
Ganang memilih untuk belajar Akuntansi, karena Galih sama Ganang sangat berharap
nilai UTS semester 1 mereka memuaskan. Mereka mencoba untuk memahami setiap
dari pelajaran yang dosen kasih kepadanya.
Tanto, Indra, Muklis
dengan santainya bermain, tanpa memperdulikan pelajaran Akuntansi. 2 jam
berlangsung mereka bermain, Tanto pun mulai jenuh dan dia menghampiri Galih
sama Ganang.
Tanto “udah ngerti lu
pada?”
Galih “InsyaAllah
ngerti To” senyum tipis.
Ganang “lah lu udahan
mainnya?” Tanya Ganang.
Tanto “udah, bete ah
gue dari tadi main, gue menang mulu. Hahahaha” tawa lepas.
Indra sama Muklis masih asik main berdua,
sampai-sampai mereka lupa kalau besok UTS.
Kemudian Tanto mulai
ikut belajar bersama Galih dan Ganang. Tanto pun juga ingin seperti mereka yang
ingin mendapatkan nilai yang memuaskan. Karena Indra dan Muklis juga merasa
jenuh bermain, mereka berdua juga akhirnya ikut belajar Akuntansi bersama
Galih, Ganang, Tanto. Tanto ini sebenernya pintar Akuntansi, tetapi soal
Akuntansi bahasanya pakai bahasa inggris. Lemahlah Tanto di bahasa inggris. Tapi
lama-kelamaan Tanto mulai mengerti dan memahami Akuntansi. Dan akhirnya Tanto,
Galih, Ganang, Indra dan Muklis mulai belajar dengan sungguh-sungguh, agar
harapan mereka berjalan sesuai -harapan mereka masing-masing.
Dari cerita di atas,
dari hal kecilpun kita tahu suatu harapan akan terwujud jika kita mau
bersungguh-sungguh. Pasti akan menghasilkan suatu yang lebih disuatu saat
nanti.
NB: Ambil nilai positifnya aja ya guys dari cerita
ini hehe...