Jumat, 09 Oktober 2015

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

NAMA            : MARTCELENA SAFITRI
NPM               : 15213315
KELAS           : 3EA26
1.     Contoh kasus dengan Metode Antrian:
Manajer sebuah Rumah Makan  yang cukup sukses, akhir-akhir ini merasa prihatin dengan panjangnya antrian. Beberapa pelanggannya telah mengadu tentang waktu menunggu yang berlebihan, oleh karena itu manajer khawatir suatu saat akan kehilangan pelanggannya. Analisis dengan teori antrian diketahui, tingkat kedatangan rata-rata langganan selama periode puncak adalah 50 orang per jam (mengikuti distribusi Poisson). Sistem pelayanan satu per satu dengan waktu rata-rata 1 orang 1 menit.
Pertanyaan :
            a. Tingkat kegunaan bagian pelayanan restoran (p) ?
            b. Jumlah rata-rata dalam antrian (nq) ?
            c. Jumlah rata-rata dalam sistem (nt) ?
            d. Waktu menunggu rata-rata dalam antrian (tq) ?
            e. Waktu menunggu rata-rata dalam sistem (tt) ?
Penyelesaian :
Penyelesaian Kasus Antrian dengan Manual :
            Diketahui:      µ (miyu) = 60 orang/jam
                                                ג (Lamda) = 50 orang/jam
            a. Tingkat kegunaan bagian pelayanan restoran (p) ?
                        p = ג / µ = 50 / 60 = 0,8333 = 83,33%
            b. Jumlah rata-rata dalam antrian (nq) ?
                                     ג2                        50 2
                        n q = -----------------  =   -------------------- = 4,1667 orang
                                  µ (µ - ג )        60 (60-50)
            c. Jumlah rata-rata dalam sistem (nt) ?
                        n t =  ג / (µ - ג ) = 50 / (60-50) = 5 orang
d. Waktu menunggu rata-rata dalam antrian (tq) ?
                                     ג                          50
                        t q = -----------------  =   -------------------- = 0,0833 jam
                                  µ (µ - ג )                     60 (60-50)
                           = 5 menit
            e. Waktu menunggu rata-rata dalam sistem (tt) ?
                t t = 1 / (µ - ג )  = 1 / ( 60 – 50) = 0,1 jam = 6 menit
2.     Contoh kasus dengan Metode Peramalan:
PT. GULA-GULA adalah sebuah perusahaan yang menghasilkan permen yang berkwalitas tinggi. Peningkatan permintaan permen untuk luar negeri maupun dalam negeri sangatlah dipengaruh oleh kemampuan perusahaan tersebut dalam mengirim pesanan dengan tepat waktu sehingga mampu memperoleh pelanggan yang baru dan mempertahankan pelanggan yang lama. Manajer telah mengumpulan data untuk 8 bulan terakhir yaitu : Bulan Pesanan tiap bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agutus 100 130 75 120 90 90 110 75 Hitunglah rata-rata bergerak sederhana untuk 3 bulan terakhiri?

Bulan
Penjualan tiap bulan
Januari
100
Februari
130
Maret
75
April
120
Mei
90
Juni
90
Juli
110
Agustus
75

Hitunglah rata-rata bergerak sederhana untuk 3 bulan terakhiri?
Penyelesaian :
Seringkali teknik rata-rata bergerak sederhana (simple moving avarange) Dihitung untuk tiga kali periode, sehingga :
 Rata-rata bergerak Maret =   = 91,6 pesanan/bulan
Jadi rata-rata bergerak sederhana (simple moving avarange) untuk 3 bulan terakhir 91,6 pesanan/bulan.

3.     Contoh kasus dengan Metode Linier Progamming:
Perusahaan sepatu IDEAL berencana memproduksi 2 macam sepatu, yakni sepatu merek NIKE dengan sol terbuat dari karet, serta sepatu merek ADIDAS dengan sol terbuat dari kulit. Untuk membuat sepatu-sepatu tersebut perusahaan dihadapkan dengan berbagai kendala/batasan, yang salah satunya adalah : perusahaan hanya dapat menggunakan 3 macam mesin yang hanya berjumlah 1 buah untuk setiap jenisnya. Mesin A khusus membuat sol dari karet, mesin B khusus membuat sol dari kulit, sedangkan mesin C membuat dan melakukan assembling bagian atas dengan sol. Jam kerja maksimum dari ketiga mesin tersebut berturut-turut adalah Mesin A = 8 jam, mesin B = 15 jam, dan mesin C = 30 jam.
Setiap lusin sepatu NIKE mula-mula dikerjakan oleh mesin A selama 2 jam, kemudian tanpa melalui mesin B terus dikerjakan di mesin C selama 6 jam. Sedangkan untuk sepatu dengan merk ADIDAS, tidak diproses oleh mesin A, tetapi pertama kali dikerjakan di mesin B selama 3 jam dan kemudian langsung di mesin C selama 5 jam.
Pihak perusahaan mengharapkan bahwa setiap lusin sepatu NIKE dapat memberikan kontribusi keuntungan sebesar Rp 300.000,- dan Rp 500.000,- untuk setiap lusin sepatu merk ADIDAS.
Permasalahan : Berapa lusinkah sepatu merk NIKE dan ADIDAS harus diproduksi oleh perusahaan IDEAL, agar dapat diperoleh hasil yang optimal (keuntungan yang maksimal)?
Penyelesaian : Untuk menyelesaikan kasus di atas dengan menggunakan metode grafik, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

Pada prinsipnya setiap titik dalam daerah feasible akan memberikan keuntungan bagi perusahaan ( kecuali satu tutik, yakni titik 0 ). Namun demikian dari semua titik tersebut, nilai Z akan semakin tinggi apabila makin jauh dari titik origin ( 0 ). Oleh karena itu sebaiknya hanya membandingkan titik-titik yang ada di sudut-sudut daerah feasible tersebut.
Pada titik O ( 0,0 ) Nilai Z = 3 ( 0 ) + 5 ( 0 ) = 0
Pada titik A ( 4, 0 )  atau X1 = 4 dan X2 = 0 Nilai Z = 3 ( 4 ) + 5 ( 0 ) = 12
Pada titik B ( 4, …..) atau X1 = 4 dan X2 belum diketahui …

Karena titik B merupakan perpotongan antara fungsi batasan 1 dan batasan 3, maka untuk mendapatkan nilai X2, nilai X1 = 4 tersebut dapat dimasukkan ke fungsi batasan 3, yakni :
6 ( 4 ) + 5X2 = 30
           5  X2 = 30 – 24
              X 2 = 6/5, sehingga koordinat titik B adalah ( 4, 6/5 )
Nilai Z = 3 ( 4 ) + 5 ( 6/5 ) = 18
Pada titik C ( ……, 5 ) atau X1 = belum diketahui dan X2 = 5

Karena titik B merupakan perpotongan antara fungsi batasan 2 dan batasan 3, maka untuk mendapatkan nilai X1, nilai X2 = 5 tersebut dapat dimasukkan ke fungsi batasan 3, yakni
6X1 + 5 ( 5 ) = 30
         6 X 1 = 30 – 25
           X  1 = 5/6, sehingga koordinat titik C adalah ( 5/6, 5 )
Nilai Z = 3 ( 5/6 ) + 5 ( 5 ) = 27, 5

Pada titik D ( 0, 5 ) atau X1 = 0 dan X2 = 5 Nilai Z = 3 ( 0 ) + 5 ( 5 ) = 25

Kesimpulan : Dari kelima titik 9 A, B, C, D, dan O ) yang dibandingkan ternya titik C-lah yang memberikan hasil paling besar yakni 27,5. Oleh karena itu perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang maksimal sebesar Rp 2.750.000,- apabila mampu memproduksi sepatu dengan sol karet ( X1 ) sebanyak 5/6 lusin dan sepatu dengan sol kulit sebanyak 5 lusin.
Sumber Referensi:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar