NAMA :
MARTCELENA SAFITRI
NPM :
15213315
KELAS :
3EA26
Evaluasi alternatif sebelum pembelian
1.
Kriteria
evaluasi
2.
Menentukan
alternatif pilihan
3.
Menaksir
alternatif pilihan
4.
Menyeleksi
aturan pengambilankeputusan
- Kriteria
Evaluasi
Kriteria evaluasi berisi
dimensi atau atribut tertentu yang digunakan dalam menilai alternative –
alternative pilihan , Kriteria alternative dapat muncul dalam berbagai bentuk ,
misalnya dalam membeli mobil seorang konsumen mungkin mempertimbangkan kriteria
, keselamatan , kenyamanan , harga , merek , negara asal ( country of origin )
dan juga spek hedonik seperti gengsi , kebahagian , kesenangan dan sebagainya .
Beberapa kriteria evaluasi yang umum adalah :
1.Harga
Harga menentukan pemilihan alternative.Konsumen
cenderung akan memilih harga yang murah untuk suatu produk yang ia tahu
spesifikasinya. Namun jika konsumen tidak bisa mengevaluasi kualitas produk
maka harga merupakan indicator kualitas . Olehg karena itu strategi harga
hendaknya di sesuaikan dengan karakteristik produk.
2. Nama Merek
Merek terbukti menjadi determinan dalam setiap
pembelian . nampaknya merek merupakan
Pengganti dari mutu dan spesifikasi produk.Ketika
konsumen sulit menilai kriteria kualitas produk kepercayaan pada merek lama
yang sudah memiliki reputasi sangat baik dapat mengurangi resika kesalahan
dalam pembelian.
3.Negara Asal
Negara asal dimana produk di hasilkan menjadi
pertimbangan penting dikalangan konsumen negara asal sering mencitrakan
kualitas produk.Konsumen mungkin sudah tidak meragukan lagi kualitas produk
elektronik dari jepang . Sementara untuk jam tangan nampaknya jam tangan buatan
swiss merupakan produk yang handal tak teragukan .
4. Saliensi ( Atribut yang mencolok )
Konsep saliensi mencerminkan ide bahwa kriteria
evaluasi kerap berbeda dengan pengaruhnya untuk konsumen yang berbeda dan juga
produk yang berbeda . Pada suatu produk mungkin seorang konsumen mempertimbangkan bahwa harga adalah
hal yang penting , tetapi tidak untuk produk yang lain . Atribut yang mencolok
( salient) yang benar-benar mempengaruhi proses evaluasi di sebut sebagai
atribut determinan.
- Menentukan
Alternatif Pilihan
Keputusan
untuk membeli yang diambil oleh pembeli itu sebenarnya merupakan kumpulan dari
sejumlah keputusan. Setiap keputusan membeli mempunyai
beberapa komponen:
1. Keputusan
tentang jenis produk ,
2. Keputusan
tentang bentuk produk ,
3. Keputusan
tentang merk ,
4. Keputusan
tentang penjualnya ,
5. Keputusan
tentang jumlah produk ,
6. Keputusan
tentang waktu pembelian ,dan
7. Keputusan
tentang cara pembayaran ,
Mengevaluasi
alternatif (alternative evaluation). Setelah
konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan menentukan alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan
yang dihadapinya. Setelah kriteria yang akan menjadi alterlatif pilihan
ditentukan barulah konsumen menentukan alternative produk yang menjadi pilihan.
- Menaksir
Alternatif Pilihan
Kriteria
yang telah di tentukan seperti diatas kemudian akan memunculkan beberapa
alternatif produk, alternatif ini lah yang digunakan konsumen
dalam Menaksir alternatif pilihan. Dalam menaksir suatu alternatif dari
pilihan yang ada maka konsumen harus memikirkan resiko yang akan diterima
apabila konsumen memilih alternatif tersebut, dan meninggalkan alternatif
lain yang ada.
Ada
tiga sudut pandang dalam menganalisis/menaksir
alternatif pilihan keputusan konsumen :
1. Sudut Pandang Ekonomis
Konsumen
sebagai orang yang membuat keputusan secara rasional, yang mengetahui semua
alternatif produk yang tersedia dan harus mampu membuat peringkat dari setiap
alternatif yang ditentukan dipertimbangkan dari kegunaan dan kerugiannya serta
harus dapat mengidentifikasikan satu alternatif yang terbaik,
disebut economic man.
2. Sudut Pandang Kognitif
Konsumen sebagai
kognitif man atau sebagai problem solver. Kosumen merupakan pengolah
informasi yang selalu mencari dan mengevaluasi informasi tentang produk dan
gerai. Pengolah informasi selalu berujung pada pembentukan pilihan, terjadi
inisiatif untuk membeli atau menolak produk. Cognitive man berdiri di
antara economic man dan passive man, seringkali cognitive
man punya pola respon terhadap informasi yang berlebihan dan seringkali
mengambil jalan pintas, untuk memenuhi pengambilan keputusannya pada keputusan
yang memuaskan.
3. Sudut Pandang Emosianal
Menekankan emosi
sebagai pendorong utama, sehingga konsumen membeli suatu produk. Favoritisme
buktinya seseorang berusaha mendapatkan produk favoritnya, apapun yang terjadi.
Benda-benda yang menimbulkan kenangan juga dibeli berdasarkan emosi.
Anggapan emotional man itu tidak rasional adalah tidak benar.
Mendapatkan produk yang membuat perasaannya lebih baik merupakan keputusan yang
rasional.
- Menyeleksi
Aturan Pengambilan Keputusan
Proses pengambilan keputusan yang
terdiri dari 5 tahap yaitu :
1.
Menganalisis
keinginan dan kebutuhan
2.
Pencarian
informasi
3.
Penilaian
dan pemilihan alternative
4.
Keputusan
untuk membeli
5.
Perilaku
sesudah pembelian
Situasi pembelian berkaitan dengan:
o Pertama : Lingkungan di dalam
toko seperti ketersediaan produk, perubahan harga, dan kemudahan belanja dengan
pilihan berbelanja.
o Kedua : Situasi berkaitan dengan
apakah produk yang di beli untuk hadiah atau untuk diri nya sendiri. Konsumen
biasanya menggunakan criteria yang berbeda dan mungkin memilih merk yang
berbeda dan mungkin memilih merk berbeda jika ia membeli untuk dirinya sendiri.
o Ketiga : Situasi pembelian
berkaitan dengan keadaan mood konsumen ketika berbelanja. Keadaan senang atau
keadaan susah mempengaruhi pemrosesan dan pencarian informasi tentang produk.
Menurut Howard dan Sheth ada 3
model dalam pengambilan keputusan :
o
Pemecahan
masalah yang luas yaitu pengambilan keputusan dimana pembeli belum
mengembangkan criteria pemilihan.
o
Pemecahan
masalah terbatas yaitu situasi yang menunjukan bahwa pembeli telah memakai
criteria pemilihan, tapi ia belum memutuskan merk apa yang terbaik.
o
Pemecahan
masalah berulang kali yaitu pemilih telah menggunakan criteria pemilhan dan
telah pula menetap kan produknya.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar