BAB
14
PENGARUH
SITUASI
A. Tipe-tipe Situasi
Konsumen
Pengaruh Situasi dapat
dipandang sebagai pengaruh yang timbul dari faktor yang khusus untuk waktu dan
tempat yang spesifik yang lepas dari karakteristik konsumen dan karakteristik
obyek (Engel, et.al ,1994) . Situasi Konsumen adalan faktor lingkungan
sementara yang menyebabkan suatu situasi dimana perilaku konsumen muncul pada
waktu tertentu dan tempat tertentu (Mowen dan Minor 1998)
Pengaruh situasi dapat
dipandang sebagai pengaruh yang timbul dari faktor yang khusus untuk waktu dan
tempat yang spesifik yang lepas dari karakteristik konsumen dan karakteristik
obyek. Situasi konsumen adalah faktor lingkungan sementara yang menyebabkan
suatu situasi dimana perilaku konsumen
muncul pada waktu
tertentu dan tempat tertentu.
Jenis-jenis situasi
konsumen :
1.Situasi Komunikasi
Situasi Komunikasi
adalah suasana atau lingkungan dimana konsumen memperoleh informasi atau
melakukan komunikasi. Komunikasi yg dilakukan bisa bersifat pribadi atau
nonpribadi Konsumen mungkin memperoleh informasi melalui :
a. Komunikasi Lisan dengan teman, kerabat, tenaga penjual, atau wiraniaga
b. Komunikasi non pribadi, seperti iklan TV, radio, internet, koran, majalah, poster, billboard,brosur,lefleat,dsb
a. Komunikasi Lisan dengan teman, kerabat, tenaga penjual, atau wiraniaga
b. Komunikasi non pribadi, seperti iklan TV, radio, internet, koran, majalah, poster, billboard,brosur,lefleat,dsb
c. Informasi diperoleh
langsung dari toko melalui prom.
2.Situasi Pembelian
Situasi Pembelian
adalah lingkungan atau suasana yang dialami/dihadapi konsumen ketika membeli
produk dan jasa. Situasi pembelian akan mempengaruhi pembelian. Misal: Ketika
Konsumen berada di bandara, ia mungkin akan bersedia membayar sekaleng Coke
berapa saja harganya ketika haus. Sebaliknya, jika ia berbelanja Coke di
swalayan dan mendapatkan harganya relatif lebih mahal, ia mungkin sangat
sensitif terhadap harga. Konsumen tsb mungkin akan menunda pembelian Coke dan
mencari di tempat lain.
Berikut ini adalah 5
karakteristik situasi pembelian :
a) Lingkungan
Fisik
Sarana fisik yang
menggambarkan situasi konsumen yang meliputi: lokasi, dekorasi, aroma, cahaya,
cuaca dan objek fisik lainnya yang ada di sekeliling konsumen
b) Lingkungan
Sosial
Kehadiran dan
ketidakhadiran orang lain pada situasi tersebut.
c) Waktu
Waktu atau saat perilaku muncul (jam, hari, musim libur, bulan puasa, tahun baru). Waktu mungkin diukur secara subjektif berdasarkan situasi konsumen, misal kapan terakhir kali membeli biskuit. Arti kapan terakhir kali akan berbeda antar konsumen.
Waktu atau saat perilaku muncul (jam, hari, musim libur, bulan puasa, tahun baru). Waktu mungkin diukur secara subjektif berdasarkan situasi konsumen, misal kapan terakhir kali membeli biskuit. Arti kapan terakhir kali akan berbeda antar konsumen.
d) Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai pada suatu situasi. Konsumen yang belanja untuk hadiah akan menghadapi situasi berbeda dibandingkan belanja untuk kebutuhan sendiri.
Tujuan yang ingin dicapai pada suatu situasi. Konsumen yang belanja untuk hadiah akan menghadapi situasi berbeda dibandingkan belanja untuk kebutuhan sendiri.
e) Suasana
Hati
Suasana hati atau
kondisi jiwa sesaat (misalnya perasaan khawatir, tergesagesa, sedih, marah)
yang dibawa pada suatu situasi.
3.Situasi Informasi
Lingkugan informal
mengacu pada keseluruhan jajaran data yang berkaitan dengan produk yang tersedia
bagi konsumen. Sifat lingkungan informasi akan menjadi determinan penting dari
perilaku pasar ketika konsumen terlibat di dalam semacam bentuk pengambilan
keputusan nonkebiasaan. Sebagian dari karakteristik lingkungan yang utama
mencangkupi ketersediaan informasi, jumlah beban informasi, dan cara dimana
informasi disajikan dan diorganisasikan.
Ø Ketersediaan
informasi kadang akan bergantung kepada kemampuan konsumen mendaptakan kembali
informasi dari ingatan. Pilihan bergantung pada sejauh mana informasi produk
hadir secara eksternal selama pengambilan keputusan versus tersedia hanya di
dalam ingatan (misalnya, konsumen di Sears yang berusaha memutuskan apakah
membeli microwave yang ada di hadapannya atau tang diperiksa kemarin di toko
saingan).
Ø Beban
informasi dari lingkungan pilihan ditentukan oleh jumlah alternatif pilihan dan
jumlah sifat peralternatif. Beban informasi mungkin melebihi kemampuan konsumen
untuk mengolah informasi secara akurat dan sebagai akibatnya, mengurangi
keakuratan mereka selama pengambilan keputusan.
Ø Format
informasi yaitu cara dimana informasi itu disusun dapat pula mempengaruhi
perilaku konsumen. Pemakaian informasi harga satuan ini oleh konsumen mungkin
mengantung kepada bagaimana informasi tersebut disusun.
Ø Bentuk informasi
bentuk informasi dapat memainkan peranan penting. Untuk beberapa sifat
(misalnya, jarak mil bensin, sifat nutrisional), informasi produk dapat
disajikan secara numeris atau secara semantik (misalnya, bagus, rata-rata dan
sebagainya).
Faktor – faktor yang
dapat meningkatkan pencarian informasi sebelum pembelian yaitu:
1. Faktor
Situasi
a) Pengalaman
Ø Pembelian
pertama kali
Ø Tidak ada
pengalaman yag lalu karena produk adalah baru
Ø Pengalaman
sebelumnya yang tidak memuaskan pada kategori produk
b) Dapat
diterima secara social
Ø Pembelian
ditunjukan untuk hadiah
Ø Produk
dapat dilihat oleh masyarakat
2. Tipe
Keterlibatan
a) Situational
involvement. Terjadi hanya dalam situasi khusus dan sementara dan umumnya bila
pembelian itu dibutuhkan. Misalnya keputusan mengambil pendidikan MBA adalah
karena kabutuhan untuk pekerjaan.
b) Enduring
involvement, terus menerus dan lebih permanen umumnya terjadi karena
ketertarikan yang berlangsung terus dalam kategori produk, walaupun pembelian
itu dibutuhkan atau tidak, misalnya ketertarikan pada baju.
1. Situasi Komunikasi
2. Situasi Pembelian
3. Situasi Pemakaian
4. Situasi Informasi
Berdasarkan
kedekatannya dengan konsumen, lingkungan konsumen bisa terbagi ke:
Ø Lingkungan
mikro : lingkungan yang sangat dekat dengan konsumen, yang berinteraksi
langsung dengan konsumen dan akan mempengaruhi perilaku, sikap, dan kognitif
konsumen tertentu secara langsung.
Ø Lingkungan
makro : lingkungan jauh dari konsumen, bersifat umum dan berskala luas karena
itu lingkungan makro memiliki pengaruh luas terhadap masyarakat bukan hanya
kepada individu konsumen.
Ø Lingkungan
fisik : segala sesuatu yang berbentuk fisik yang berada disekeliling konsumen,
bisa menempati ruang / tidak menempati ruang.
Ø Lingkungan
sosial yang mencirikan situasi pemakaian dapat mempunyai pengaruh penting pada
perilaku konsumen.
Ø Waktu
dimana pemakaian terjadi mungkin pula mempengaruhi perilaku konsumen. Sebagai
contoh, konsumsi makanan sangat bergantung pada waktu dalam satu hari.
Pertimbanangan yang
berhubungan dengan Nilai :
Ø Pembelian
dilakukan karena keinginan saja bukan kebutuhan
Ø Semua
alternative mempunyai konsekuensi yang diingini maupun yang tidak diingini
Ø Para
anggota keluarga tidak sepakat mengenai syarat produk atau penilaian
alternative
B. Interaksi Individu
dengan Situasi
Dalam diskusi
mengasumsi bahwa semua konsumen berespon dengan cara yang sama terhadap situasi
tertentu. Namun, kenyataannya tidak harus demikian. Walaupun sebagian konsumen
mungkin sangat dipengaruhi oleh variasi situasi, yang lain mungkin sering
terbukti agak tidak peka. Ide bahwa konsumen tidak homogen dalam respon mereka
terhadap faktor situasi memiliki implikasi penting untuk pemangsaan pasar.
Karena konsumen yang berbeda mungkin mencari manfaat produk yang berbeda, yang
dapat berubah melintasi situasi pemakaian yang berbeda. Dickson beragumen bahwa
pemasar mungkin kerap perlu menggunakan .
Interaksi Orang-Situasi
Situasi pembelian
mempunyai pengaruh yang nyata terhadap keputusan pembelian konsumen dengan gaya
hidup believer. Hal ini menunjukkan bahwa situasi pembelian mampu menghadirkan
keinginan konsumen untuk membeli karena situasi ini bias menjadi stimulus terhadap
keputusan konsumen untuk membeli.
Gaya hidup pembelian
juga mempunyai pengaruh yang nyata terhadap
keputusan pembelian konsumen atas sesuatu. Konsumen dengan gaya
hidup believer ternyata juga mengikuti mode-mode pakaian khususnya misalnya celana jeans sehingga gaya hidup mereka berpengaruh terhadap keputusan pembelian yang dilakukan. Situasi pembelian dan gaya hidup terhadap mode bagi
konsumen dengan gaya hidup believer ternyata cukup tinggi mampu
mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dengan pengaruhnya sebesar
68%.
keputusan pembelian konsumen atas sesuatu. Konsumen dengan gaya
hidup believer ternyata juga mengikuti mode-mode pakaian khususnya misalnya celana jeans sehingga gaya hidup mereka berpengaruh terhadap keputusan pembelian yang dilakukan. Situasi pembelian dan gaya hidup terhadap mode bagi
konsumen dengan gaya hidup believer ternyata cukup tinggi mampu
mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dengan pengaruhnya sebesar
68%.
C. Pengaruh Situasi Tak
Terduga
Situasi tidak terduga
dapat menjadi pemicu seseorang untuk membeli suatu barang. Misalnya mahasiswi
yang akan mengikuti ujian dan lupa membawa bolpoin dan pensil, maka secara
otomatis dia akan membeli dulu bolpoin dan pensil sebelum mengikuti ujian
tersebut.
Berikut ini adalah 5
karakteristik situasi pembelian :
1. Lingkungan Fisik
Sarana fisik yang
menggambarkan situasi konsumen yang meliputi: lokasi, dekorasi, aroma, cahaya,
cuaca dan objek fisik lainnya yang ada di sekeliling konsumen.
2. Lingkungan Sosial
2. Lingkungan Sosial
Kehadiran dan
ketidakhadiran orang lain pada situasi tersebut.
3. Waktu
3. Waktu
Waktu atau saat
perilaku muncul (jam, hari, musim libur, bulan puasa, tahun baru). Waktu
mungkin diukur secara subjektif berdasarkan situasi konsumen, misal kapan
terakhir kali membeli biskuit. Arti kapan terakhir kali akan berbeda antar
konsumen.
4. Tujuan
Tujuan yang ingin
dicapai pada suatu situasi. Konsumen yang belanja untuk hadiah akan menghadapi
situasi berbeda dibandingkan belanja untuk kebutuhan sendiri.
5. Suasana Hati
Suasana hati atau
kondisi jiwa sesaat (misalnya perasaan khawatir, tergesagesa, sedih, marah)
yang dibawa pada suatu situasi
Berikut ini adalah
beberapa situasi yang dapat mempengaruhi seseorang untuk membeli suatu barang :
1. Situasi kebutuhan
sehari-hari
Merupakan dimana
seseorang berhadapan dengan keadaan yang membutuhkan suatu barang produksi
untuk di konsumsi. Situasi ini merupakan hal yang rutin dan terkadang sifatnya
harus dipenuhi. Contohnya adalah kebutuhan pangan sehari-hari karena setiap
harinya seseorang membutuhkan makan untuk bekerja, juga sandang untuk dipakai
setiap harinya, dan papan untuk berteduh dan melakukan aktifitas pribadi.
2. Situasi keuangan.
Situasi dimana
seseorang memiliki atau tidak memiliki cukup uang untuk membeli sesuatu. Jika
seseorang memiliki uang yang cukup atau bahkan lebih, maka dia dapat membeli
kebutuhan dasar yang diperlukannya dan mungkin juga dapat membeli barang
tambahan yang sifatnya tidak terlalu mendesak. Orang yang memiliki kondisi
keuangan berlebih juga dapat membeli barang dari mulai yang murah bahkan yang
mahal. Sedangkan seseorang yang memiliki uang yang cukup bahkan kurang, haruslah
memiliki daftar dari apa yang ingin dibelanjakannya agar kebutuhan dasarnya
dapat dijangkau. Jika seseorang dengan keuangan yang kurang cukup tidak pintar
dalam mengelola keuangannya, maka akan berakibat fatal bagi hidupnya.
3. Situasi interaksi
Orang dalam membeli
sesuatu dikarenakan kebutuhan yang diperlukannya. Tapi terkadang ada juga
seseorang yang membeli suatu barang dikarenakan adanya interaksi dengan orang
lain. Contohnya saja, seseorang membeli suatu barang setelah seorang sales
menawarkan dan memperagakan barang yang dijualnya sehingga seseorang merasa
tertarik dengan barang tersebut, terlepas dari barang tersebut diperlukan
baginya ataupun berguna atau tidak baginya.
4. Situasi kondisi barang produksi
4. Situasi kondisi barang produksi
Dalam memproduksi suatu
barang, produsen pastinya telah melakukan suatu riset agar pengembangan
barangnya tersebut dapat laris dipasaran. Baik dari segi promosi maupun kondisi
fisik barang produksi tersebut. Seringkali para konsumen tertarik dengan
kondisi dari barang produksi tersebut, misalnya saja : adanya diskon yang cukup
besar, warna kemasan yang menarik, ada promo dengan hadiah jika membeli suatu
barang,
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar